Cara Merawat Aki Basah Agar Awet dan Tahan Lama



Punya mobil memang tidak melebihi yang dibayangkan karena Anda perlu melakukan perawatan, agar kondisinya tetap prima. Penggunaan aki mobil sangatlah berperan penting, sehingga perlu diperhatikan dengan baik.

Ada 2 jenis aki yang paling populer yaitu aki kering dan basah. Secara umum, proses perawatan dari aki basah lebih sulit dibandingkan dengan aki kering. Bukan hanya melakukan pengisian cairan elektrolit saja, namun ada berbagai hal yang perlu diperhatikan dengan baik.

Pada dasarnya, pengisian arus aki berasal dari sebuah alat yang disebut alternator mobil. Supaya arus listrik terjaga dengan baik dan tetap awet, maka perawatan perlu dilakukan dengan baik.

Apabila arus listrik tidak terjaga dengan baik, maka air aki akan mudah habis dan mengakibatkan mobil menjadi mudah rusak. Sebelum Anda memahami cara perawatannya, maka Anda juga perlu memahami dulu mengenai aki basah mobil.

Sekilas Tentang Aki Basah

Aki basah merupakan jenis aki mobil yang diisi dengan cairan asam belerang atau asam sulfat. Pada saat kondisi aki panas, maka udara aki akan lebih mudah menguap dan kondisi inilah yang mengharuskan aki basa dirawat dengan perhatian ekstra.

Pada saat Anda menggunakan aki mobil basah, maka Anda perlu rutin untuk mengontrol ketinggian air aki. Apabila tidak di cek rutin, maka sel aki akan mudah sekali menguap dan akan mengakibatkan berkurangnya air aki.

Apakah aki basah mobil bisa di charger? tentu saja bisa. Pengecasan bisa dilakukan untuk aki mobil dengan tipe kering atau basah dan untuk melakukan pengecasan, maka Anda bisa membawa mobil ke bengkel resmi atau bisa memanfaatkan jasa isi ulang di bengkel pinggir jalan.

Meskipun pengisian air aki bisa dilakukan, namun tidak akan membuat kondisi aki kembali optimal seperti kondisi barunya. Jika dilakukan pengukuran dengan alat khusus aki, maka angka yang muncul tidak akan sama.

Bagi pengendara yang ingin mengetahui cara memperbaiki aki basah yang tidak bisa menyimpan setrum bisa dilakukan dengan membuang dulu semua air aki, dan campurkan magnesium sulfat dengan air aki baru lalu lakukan pengisian kembali air aki.

Cara Merawat Aki Basah Agar Awet

1.Periksa Rutin

Pertama, cara merawat aki basah mobil supaya lebih awet bisa dilakukan dengan pemeriksaan rutin aki dan berbagai komponen penunjangnya. Anda perlu melakukan pemeriksaan dengan memeriksa keretakan yang terjadi di bagian bodi aki.

Pastikan bagian tutup atau kenop menempel dengan kuat dan pastikan tidak ada kabel yang mengelupas. Anda juga harus memastikan tidak adanya karat yang menempel di bagian terminal dan saat menemukan adanya karat, Anda bisa langsung menghilangkannya dengan cara di amplas.

Bagian penutup karet terminal aki juga harus dalam kondisi baik, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Umumnya pemeriksaan rutin dilakukan seminggu sekali dan paling lambat sebulan sekali.

2. Air Aki Harus Sesuai Ukuran

Cara merawat aki basah yang kedua adalah dengan menjaga air aki agar ukurannya tetap sesuai, minimalnya harus berada di level yang aman. Dengan kondisi udara aki yang sesuai, maka cairan tersebut dapat menyimpan cadangan listrik di dalam aki dengan sangat baik.

Pada saat cairan aki berkurang tentu kemampuan aki dalam menyimpan listrik juga akan berkurang. Ada 2 jenis air aki basah yang sering ditemukan di pasaran yaitu aki dengan botok merah dan aki dengan botol biru.

Untuk melakukan pengisian ulang air aki mobil, maka Anda bisa memilih air aki dengan botol yang biru. Cara mengisi air aki mobil sangatlah mudah yaitu dengan menggunakan corong kecil dan pastikan pengisian dilakukan secara perlahan-lahan, agar air aki tidak tumpah.

Supaya air bekas bisa dipakai lagi, maka cara menyimpan aki basah yang benar adalah dengan menempatkan di dalam kardus. Jangan meletakkannya begitu saja di atas permukaan lantai, karena akan membuat udara aki menjadi lebih lembab.

3. Mesin Mobil Dipanaskan Secara Teratur

Aki mobil juga bisa dirawat dengan cara memanaskan mesin secara teratur, baik mobil akan dipakai atau tidak. Proses pemanasan mesin setiap harinya perlu dilakukan minimal sekitar 10 menit saja dan pemanasan mobil akan membuat sirkulasi oli berjalan dengan baik, sehingga kinerja mobil akan lebih stabil.

Memanaskan mesin mobil juga akan membuat arus listrik dalam mobil terisi dengan baik dan hal ini akan membuat arus listrik lebih stabil. Sebelum memanaskan mobil, Anda juga harus memastikan bahwa kondisi udara akinya dalam volume yang maksimal.

Sebelum Anda mematikan mobil setelah berkendara, maka sebaiknya Anda mematikan dulu semua perangkat elektronik yang berjalan di dalam mobil. Apabila sudah mati semua, maka pada saat proses starter mobil akan terfokus pada bagian starter mesin saja.


Jika Anda adalah pengguna mobil Hyundai, maka Anda dapat dengan mudahnya memanfaatkan layanan Hyundai ke Mana Saja. Melalui layanan mobilitas satu ini, tenaga profesional Hyundai akan mendatangi Anda untuk melakukan pengecekan dan perbaikan mobil, di mana pun dan kapan pun sesuai permintaan Anda. Cukup hubungi call center Hyundai di nomor 0 800 1 878 87 yang siap melayani Anda selama 24 jam! 

Demikian ulasan lengkap mengenai aki basah dan cara merawatnya. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi terbaik dan bermanfaat bagi para pembacanya.